Akhlak manusia kepada Allah Sang Khalik yang Maha Baik.

2x (3)

Bismillahirahmaanirrahim, Assalamu’alaikum…

Ini soal kemurnian akidah. Jargon-jargon seperti: Allah-lah Tujuan. Ridha Allah yang jadi target. Ibadah dan hidup kita hanya untuk Allah. Benarkah?

Jika iya, pantaskah kita berdiri di hadapan Allah namun hati selingkuh dengan riang diri saat hadir pujian dari para makmum? Bersedekah dengn harta yang Allah Karuniakan namun terbersit setitik bangga saat pujian datang dari tetangga?

Tutur kata kebaikan yg kita dakwahkan sebenarnya demi titel SHOLEH dari teman dan keluarga. Anak-anak yang kita besarkan yang lantas membuat dada kita mengembang saat mereka sukses dan tumbuh jadi anak sholeh? Inikah akhlak kita di hadapan Allah Sang Maha Rahman Maha Rahim?

Ikhlas. Ini adalah sebuah ibadah yang sungguh teramat berat ternyata. Bahkan menjaga kemurnian ikhlas ibadah demi Allah semata jauh lebih sulit dibandingkan ibadah itu sendiri. Jauh lebih sulit dibandingkan melawan rasa kantuk demi tahajud. Jauh lebih sulit dibandingkan mlawan cinta harta demi mengeluarkan harta di jalan Allah.

Jauh lebih sulit dibandingkan merangkai tulisan demi tercipta bacaan yang disukai banyak orang. Jauh lebih sulit dibandingkan melawan gugup saat menyampaikan ayat-ayat Quran dihadapan audiens. Jauh lebih sulit dibandingkan menjalani seluruh rangkaian ibadah haji/umrah.

Jauh lebih sulit!!!!..

Dalam sebuah hadits, yang paling Rasulullah khawatirkan dari diri para sahabatnya –manusia manusia terbaik sepanjang masa yg tak mungkin tergantikan– adalah syirik kecil, yang tidak lain adalah riya.

Hilangnya ikhlas, AKIBAT BERHARAP PENILAIAN dan PUJIAN MAKHLUK, dalam diri para sahabat generasi terbaik Islam inilah yang Rasul paling cemaskan.